Rabu, 06 Oktober 2010

PEMBUATAN SELAI DURIAN



                                                            Oleh:
DODI PRATAMA
080305045
KELOMPOK: BUAH
KOMODITI: DURIAN

 












Pendahuluan
Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya.Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio.Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun pepaya jantan.
Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti manisan, dodol, keripik, dan sale.
Selai adalah produk makanan yang kental atau setengah padat dibuat dari campuran 45 bagain berat buah (cacah buah) dan 55 bagian berat gula. Jeli adalah produk yang hampir sama dengan selai, bedanya jeli dibuat dari campuran 45 bagian sari buah dan 55 bagian berat gula. Tiga bahan pokok pada proses pembuatan selai atau jeli adalah pektin, asam, dan gula dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan produk yang baik. Selai atau jeli buah yang baik harus berwarna cerah, jernih, kenyal seperti agar-agar tetapi tidak terlalu keras, serta mempunyai rasa buah asli.
Buah yang dapat digunakan untuk membuat selai atau jeli adalah buah yang masak tetapi tidak terlalu matang dan tidak ada tanda-tanda busuk. Selai yang diperoleh dari buah hasilnya lebih banyak daripada diolah menjadi jeli, sehingga pengolahan jeli lebih banyak menggunakan buah yang murah harganya. Buah yang masih muda tidak dapat digunakan untuk pembuatan selai atau jeli karena masih banyak mengandung zat pati (karbohidrat) dan kandungan pektinnya rendah. Kulit buahpun dapat digunakan untuk menghasilkan selai atau jeli tersebut.
Buah yang sering digunakan untuk pembuatan selai atau jeli antara lain : anggur, apel, murbei, arbei, gowok, jambu biji, jeruk, pala, dan lain-lain. Sedangkan kulit buah yang biasa digunakan untuk membuat selai atau jeli antara lain : kulit durian, kulit nenas, kulit jeruk, dan lain-lain.
Bahan
·         Bahan selai durian dengan menggunakan daging buah
-          Daging buah durian 1 buah (250 gram)
-           Gula pasir 10 gram
-           Garam secukupnya
-           Tepung maizena 1 sdm, larutkan dengan sedikit air
-           Esen durian 1/2 sdt
-           Pewarna kuning secukupnya
·         Bahan selai durian dengan menggunakan kulit buah
-          Kulit durian 1 kg
-          Gula pasir ¾ kg
-          Asam sitrat atau sari buah nipis secukupnya
-          Natrium benzoat (sebagai zat pengawet) 1 gram
-          Panili secukupnya
Peralatan
  1. Botol selai yang sudah disterilkan
  2. Kain saring atau kain blacu
  3. Mangkok
  4. Panci
  5. Parutan
  6. Pengaduk
  7. Pisau
  8. Sendok
  9. Penggorengan (wajan)
  10. Baskom

Prosedur Pembuatan
            Dalam pembuatan Selai dan Jeli durian, proses pembuatan dapat dibagi menjadi tiga jenis pengolahan yaitu:
1.      Pembuatan selai durian dengan menggunakan daging buah:
-          Masak durian di atas api kecil sambil diaduk hingga kental
-          Masukkan gula pasir, garam dan pewarna kuning
-          Aduk rata
-          Tuang larutan maizena, masak di atas api kecil sambil diaduk hingga kental dan matang.
-          Tambahkan esen durian, aduk rata
-           Angkat
2.      Pembuatan selai durian dengan menggunakan kulit buah:
-          Cuci kulit buah lalu rebus dalam air panas selama ± 30~45 menit, kemudian diamkan selama 12 jam
-          Tambahkan gula dan panili serta natrium benzoat. Aduk sampai rata kemudian masak selama 1 jam
-          Setelah mengental, masukkan segera dalam botol dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit;
-          Balik ke posisi semula

Bagan Alir Proses


Referensi
Redaksi trubus, 1997. Mengebunkan Durian Unggul. Penebar Swadaya.  
Jakarta.
Rita, S.T., 1982. Pemanfaatan Kulit durian. Lomba Karya Ilmiah Remaja,  Jakarta.
www.yellashakti.wordpress.com., 2008. Selai dan Jam buatan sendiri
(4 Oktober 2010).




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar